photo pkslogo_zps036b3127.png

>Jangan Sepelekan Kekuatan mindset berpikir

Tuesday, 14 February 2012, 8:45 | SEJARAH | 0 Comment | Read 213 Times
by

>

mindset berfikir
Kekuatan mindset berpikir
Ada satu cerita yang penuh inspirasi tentang kekutan pikiran, “suatu hari, tertangkaplah seorang penjahat kelas kakap yang sudah membunuh 300 orang dengan kejam. Ia tertangkap di apartemen pacarnya di wilayah California. Amerika serikat. Kasusnya segera disidang oleh hakim memutuskan hukuman mati padanya. Eksekusi mati akan dilakukan pada hari ke 100 setelah palu diketuk oleh sang hakim. Hari pertama mendekam dipenjara, penjahat ini sudah mulai terlihat pucat diwajahnya. Hari terus berlalu hingga hari ke 50. Penjahat ini mulai tampak kurus dan terlihat tidak terawat. Satu minggu sebelum eksekusi rambut si penjahat tadi mulai rontok satu persatu. Hari yang ditentukan pun tiba juga. Sang petugas membawa penjahat tersebut di panggung hanya kepalanya saja yang tampak, sementara badannya tertutup panggung. Sebelum dimulai eksekusi itu, sang algojo berkata, “ kau lihat kampak besar itu akan mengayun ke arahmu. Tepat pada hitungan ke 100, dia akan memenggal kepalamu. Sebelum kau mati, apakah ada permintaan terakhir? Tanya sang algojo. “ tidak ada,” jawab sang penjahat mulailah eksekusi dilakukan. Pikiran penjahat menghitung ayunan kampak besar terus, mulai dari 1,2,3,…40…60…80..90… Tampak keringat mengucur deras dari kepalanya. Sang hakim dan peneliti kemudian memberikan isyarat bahwa ketika hitungan 100 tolong matikan mesin kampak itu. Hitungan terus berjalan hingga sampai angka 99. Dipikiran sang penjahat, satu ayunan lagi dia mati. Ketika tepat pada hitungan ke 100, penjahat itu mati, padahal kampak tidak diayunkan lagi. Di sudut pandang eksekusi, seorang bergumam, “ia mati oleh pikirannya sendiri,”
Ada lagi cerita yang lain yaitu ketika orang tawanan NAZI yang akan dimasukan kedalam penjara, akan tetapi sebelum masuk kedalam ruangan tahanan tersebut diberikan informasi bahwa nanti di dalam penjara akan ada gas beracun yang menyebabkan kematian. Karena ketakutan dan mindset bahwa didalam penjara ada gas beracun maka tahanan tersebut benar2 mati, walaupun hanya ditetesi air yang mirip dengan gas beracun.
Sahabat dakwah apa yang dapat digambarkan cerita di atas? atau bagaimana dengan mindset kita terhadap dakwah ini? betapa berbahayanya pikiran apabila digunakan untuk hal-hal negatife. Sesuai cirinya, pikiran memiliki karakteristik memilih selalu berada diatas tali dualisme kadang hitam terkadng juga putih, kadang baik terkadang juga kasar, kalau kita lihat bersama, pikiran berada pada kelompok otak tertinggi yang tidak dapat dimiliki binatang (neokorteks). Otak pertama dan kedua (reptilian dan mamalia) keduanya dimiliki oleh binatang, sementara otak ketiga (neokorteks) hanya dimiliki oleh manusia. Mengapa? Karna disinilah letak utama perbedaan manusia dan binatang.
Al-qur’an berkali-kali mengingatkan kita dengan pertanyaan-pertanyaan kontemplatif. “ di dalam diri kamu sendiri, apakah kamu tidak memerhatikan?”, (QS adz-dzariyat [51]: 21) dalam surah lain, allah berfirman: : “apakah mereka tidak memerhatikan bagaimana unta diciptakan, bagaimana bumi langit ditinggikan, bagaimana gunung ditegakkan, dan bagaimana bumi dihamparkan,” (QS Al-ghasyiah[88]:17-18).
Sumber:nanang qosim yusuf. 2008.the heart of 7 awareness..jakarta selatan.hikmah (PT Mizan Publika). diolah

Leave a reply